Makna Teologis dan Spiritualitas dalam Pengulangan Lafadz Allah pada Surah Al-Mujadilah (Kajian Tematik dalam Perspektif Tafsir Ibnu Jarir At-Thabari)
Keywords:
Surah Al-Mujādilah, Lafadz Allah, Teologi Islam, Spiritualitas, Tafsir At-Thabari, TikrārAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis dan spiritualitas dalam pengulangan lafadz Allah pada Surah Al-Mujādilah berdasarkan perspektif Tafsir Ibnu Jarir At-Thabari. Fenomena pengulangan lafadz Allah sebanyak empat puluh kali dalam dua puluh dua ayat merupakan keunikan linguistik yang tidak ditemukan pada surah lain dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) serta analisis tematik (tafsir maudhū‘ī) untuk menelaah makna yang terkandung dalam teks Al-Qur’an dan tafsir klasik. Data utama diperoleh dari Al-Qur’an dan Jāmi‘ al-Bayān fī Ta’wīl al-Qur’ān karya At-Thabari, sedangkan data pendukung berasal dari literatur tafsir, buku, dan jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengulangan lafadz Allah dalam surah ini memiliki tiga dimensi makna utama. Pertama, secara teologis, pengulangan tersebut menegaskan keesaan, kekuasaan, dan pengawasan Allah terhadap seluruh aspek kehidupan manusia. Kedua, secara spiritual, pengulangan ini berfungsi sebagai media dzikir yang membangkitkan kesadaran muraqabah dan memperdalam hubungan ruhani antara hamba dan Tuhannya. Ketiga, secara linguistik, pengulangan lafadz Allah mencerminkan keindahan retorika (i‘jāz al-Qur’ān) yang menggabungkan kekuatan makna, ritme bacaan, dan kehalusan struktur bahasa. Dengan demikian, pengulangan lafadz Allah bukan sekadar gaya bahasa, tetapi strategi ilahiah yang memperkokoh nilai tauhid, memperindah struktur wahyu, dan membentuk kesadaran spiritual umat Islam.