Representasi Makna Sholat dalam Lingkup Humanisme dan Pluralisme: Untuk Perdamaian Umat
Keywords:
Warna Hijau, Salat, Khusyuk, Humanisme, PluralismeAbstract
Dalam kajian keislaman, salat tentu menjadi bahasan yang cukup urgen. Salat merupakan tiang agama yang tanpanya Islam akan roboh. Seseorang yang salat akan menghadirkan diri di hadapan Allah Swt. Dan bagaimana mungkin ketika seorang hamba menghadap Sang Penciptanya dia justru berpaling dan lalai dari-Nya? Maka, menurut ilmu etika sangatlah tidak pantas. Butuh kekhusyukan yang teramat dalam ketika menghadapi Rabb Semesta Alam. Banyak cara untuk mencapai kekhusyukan dalam salat. Salah satunya dengan efek warna hijau. Ketika seorang hamba sudah bisa menerapkan kekhusyukan itu, maka akan didapatkanlah makna salat yang sesungguhnya sehingga terjaminlah seluruh pribadi dan kehidupannya. Pribadinya yang akan mencerminkan kemuliaan. Dan hidupnya yang akan memancarkan kesejahteraan. Dia akan memanusiakan manusia dan menghargai setiap realitas keberagaman dan perbedaan. Hal ini berkaitan dengan humanisme dan pluralisme kehidupan. Karena tentu manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa manusia lain. Hidup berdampingan itu sudah menjadi sebuah keniscayaan.