Metodologi Rasional dalam Penafsiran Surat Al Ikhlas: Kajian Pendekatan Filosofis

Authors

  • Ahmad Khoiri Sekolah Tinggi Agama Islam Al Mannan Author

Keywords:

Penafsiran Al-Qur’an, Filsafat Rasional, Metodologi Tafsir, Surat Al-Ikhlash, Tauhid, Hermeneutika Islam, Epistemologi Islam.

Abstract

Penafsiran Al-Qur’an merupakan proses kompleks yang tidak hanya bergantung pada teks, tetapi juga pada kerangka metodologis dan filosofis yang digunakan oleh mufassir. Meskipun banyak kajian tafsir yang membahas aspek tekstual dan normatif, penelitian yang menelaah secara mendalam implikasi rasionalisme dan filsafat metodologi terhadap corak penafsiran Al-Qur’an, termasuk surat pendek seperti Al-Ikhlash, masih relatif terbatas. Kesenjangan ini terutama terlihat pada minimnya kajian yang menghubungkan pemikiran filsafat bahasa, epistemologi, dan hermeneutika Islam dengan praktik tafsir kontemporer secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menutup kesenjangan tersebut dengan menganalisis bagaimana prinsip-prinsip rasional memengaruhi cara pandang, pendekatan, dan hasil penafsiran teks Al-Qur’an, khususnya dalam memahami nilai-nilai tauhid yang terkandung dalam Surat Al-Ikhlash.

Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library research), menelaah sumber primer berupa teks-teks tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur sekunder terkait filsafat Islam, epistemologi, dan teori hermeneutika. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis, menekankan hubungan antara landasan filosofis dan praktik penafsiran, termasuk refleksi terhadap pemahaman tauhid yang diungkap dalam Al-Ikhlash, seperti keesaan Allah, ketergantungan makhluk kepada-Nya, dan ketidakserupaan-Nya dengan ciptaan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa penguasaan terhadap filsafat metodologi, seperti filsafat bahasa, logika, dan epistemologi, secara signifikan membentuk keterbukaan mufassir terhadap makna teks, posisi mereka terhadap konteks historis, serta integrasi antara prinsip rasional dan nilai teologis. Pemahaman rasional terhadap Surat Al-Ikhlash memungkinkan mufassir menafsirkan ayat-ayat tauhid secara reflektif, kritis, dan kontekstual, sehingga Al-Qur’an dapat dijadikan pedoman dalam menjawab tantangan zaman secara logis dan etis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi studi tafsir modern serta menegaskan pentingnya harmonisasi antara rasionalitas dan nilai-nilai keagamaan dalam pendidikan dan praktik interpretasi Al-Qur’an.

Downloads

Published

2025-12-18