Penyimpangan Kalam Khabar dalam Makna Lahiriyah Ayat
Keywords:
Kesalahan, Kalam Khabar, Makna Lahiriyah AyatAbstract
Bentuk penyampaian kalam khabar ada tiga metode yaitu ibtida’i, thalabi, dan inkari, dalam penyampaian kalam khabar tersebut seorang mutakallim harus mengetahui keadaan mukhatabnya baik itu berita yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek serta sesuai dengan tujuan mutakallim, namun jika hal tersebut diselewengkan dari kaidah penyampaian kalam khabar akan terjadi penyimpangan dan menimbulkan sesuatu yang tidak berguna, Oleh karena itu tujuan penulis mengangkat judul pegaruh kesalahan penyampaian kalam khabar terhadap penyimpanagan makna lahiryat ayat yaitu mendeskripsikan apa saja bentuk kesalahan dalam penyampaian kalam khabar, apa saja penyimpangan makna lahiriyyah ayat dalam penafsiran al-Quran, dan bagaimana pengaruh kesalahan mukhatab terhadap penyimpangan kalam khabar. Dengan metode penggalian data secara kualitatif, yaitu mengkaji kembali teori-teori yang mempunyai pokok permasalahan terkait kalam khabar, dan sifat penelitiannya kepustakan yang berupa analisis bahasan tentang pokok permasalahan dan memberi contoh tafsir yang menyalahi teori balaghah kalam khabar tersebut. Sehingga hasil yang didapat menemukan beberapa kesalahan penyampaian kalam khabar terhadap kondisi mukahatab dan bahwa mutakallim yang dimaksud dalam khabar ayat al-Quran adalah Allah SWT, Jadi dalam penelitian ini makna lahiriyah sebuah ayat tidak terpengaruh atas semua bentuk penyampaian kalam khabar tersebut walaupun didalam tata bahasa Arab penyampaian kalam khabar disalahkan oleh teorinya. Sehingga penulis merekomendasikan para pembaca khususnya akademisi untuk memahami dua jalan pikir terhadap jenis penelitian ini, yaitu memahami susunan al-Quran dalam menafsiri ayat termasuk dari sisi shorof, nahwu, i’lal, dan tasyrifnya, dan pengaruh terhadap makna lahiriyah ayat dapat diketahui dari asbabun nuzul serta sejauh mana informasi atau berita ayat al-Quran disampaikan.


