Hiperrealitas Spiritual di Era Digital: Kritik Tasawuf terhadap Fenomena Pencitraan Kesalehan di Media Sosial

Penulis

  • Ahmad Biasyri Fatih STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Tulunggaung Author
  • Roudhotul Mahfudhoh STAI Al Mannan Tulungagung Author

Abstrak

Media sosial telah mengubah cara masyarakat Muslim mengekspresikan keberagamaannya menjadi lebih terbuka dan mudah terlihat di ruang digital. Di satu sisi, hal ini memudahkan penyebaran nilai-nilai Islam, tetapi di sisi lain juga memunculkan fenomena pencitraan kesalehan yang dapat menggeser niat ibadah dari ketulusan menuju pencarian pengakuan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena tersebut melalui perspektif tasawuf dan sosiologi komunikasi Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan, menggunakan data dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial mendorong munculnya identitas religius yang lebih bersifat tampilan, memicu riya’ digital, serta menciptakan realitas spiritual yang dipengaruhi budaya visual, tren viral, dan algoritma platform. Dalam konteks ini, tasawuf menawarkan solusi melalui nilai ikhlas, tazkiyatun nafs, dan muhasabah untuk menjaga ketulusan beragama serta etika komunikasi Islam di era digital.

Referensi

Badan Standarisasi Nasional. (2020). SNI 1729-2020 : Spesifikasi Bangunan Gedung Baja Struktural. SNI 1729-2020.

Berman, J. & Bruneau, M. 2005. “Experimental Investigation of Light-Gauge Steel Plate Shear”, ASCE Journal of Structural Engineering, Vol. 131, No. 2.

Dewi, F., & Budiati, A. (2022). Pengaruh Pengaruh Substitusi Lateks (Getah Karet) Terhadap Kinerja Karakteristik Lapis Aspal Beton (Laston) dengan Kombinasi Filler Abu Arang Tempurung Kelapa. Jurnal Rekayasa Sipil Dan Lingkungan, 6(1), 67-75. doi:10.19184/jrsl.v6i1.31896.

Dwipurwanto, B. 2022. Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Cost Overrun pada Proyek Konstruksi Gedung di Surabaya. Jurnal Proteksi, Vol 4 No. 1, hal. 7-13. DOI: https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p7-13.

Haqiqi, R., & Ghozi, M. (2022). Pengaruh Limbah Bata Ringan Sebagai Substitusi Agregat Halus Terhadap Campuran Beton. Jurnal Rekayasa Sipil Dan Lingkungan, 6(2), 111-118. doi:10.19184/jrsl.v6i2.31914.

Ridwan, M. 2022. Studi Perilaku Dinding Geser Pelat Baja Berlubang dengan Pembebanan Siklik. Jurnal Proteksi, Vol 4 No. 1, hal. 230-244. DOI : https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p28-33

Abdullah, I. (2017). Islam dan konstruksi masyarakat digital. Pustaka Pelajar.

Achfandhy, M. I., & Rohmatulloh, D. M. (2025). Piety, Social Pressure, and Riya’: Religious Practices of Yogyakarta Urban Muslim Youth in Digital Media. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 19(2), 249–268.

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Ghazali. (2004). Ihya’ ‘ulum al-din (Vol. 1–4). Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Amin, S. M. (2022). Ilmu tasawuf. Amzah.

Asad, T. (1993). Genealogies of religion: Discipline and reasons of power in Christianity and Islam. Johns Hopkins University Press.

Azra, A. (2002). Islam Nusantara: Jaringan global dan lokal. Mizan.

Baudrillard, J. (1994). Simulacra and simulation (S. F. Glaser, Trans.). University of Michigan Press.

Bayat, A. (2007). Making Islam democratic: Social movements and the post-Islamist turn. Stanford University Press.

Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.

Campbell, H. A. (2021). Digital creatives and the rethinking of religious authority. Routledge.

Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Fakhruroji, M. (2019). Dakwah di era media baru. Simbiosa Rekatama Media.

Fakhruroji, M., & Muhtar, P. (2020). Digital da'wah and transformation of Islamic communication in Indonesia. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 36(3), 435–450.

Foucault, M. (1988). Technologies of the self. University of Massachusetts Press.

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Anchor Books.

Hasan, N. (2023). Social media and Islamic authority in Indonesia. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 61(1), 1–26.

Hoover, S. M. (2006). Religion in the media age. Routledge.

Jannah, Miftahul, et al. Media Sosial Dan Pembentukan Religiusitas Generasi Z Meta-Analisis. An-Nur: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2025, 1.1: 20-40.

Maharani, Nadien Aulia. Personal Branding Islami Di Era Digital: Analisis Konstruksi Identitas Generasi Z Di Media Sosial. Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi dan Humaniora, 2026, 3.1: 47-54.

Suneki, Sri; Haryono, Haryono. Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial. Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan, 2012, 2.2.

Tapotubun, Hanry Harlen; Rahmah, Hilda. Religiusitas digital dan dimensi perlawanan milenial dalam ruang online. Jurnal Sosiologi Reflektif, 2021, 15.2: 298-317.

Diterbitkan

2026-06-17

Cara Mengutip

Hiperrealitas Spiritual di Era Digital: Kritik Tasawuf terhadap Fenomena Pencitraan Kesalehan di Media Sosial. (2026). UMRAN : Journal of Islamic Studies and Social Humanities, 1(2). https://ejurnal.staialmannan.ac.id/index.php/umran/article/view/38