AL-QUR’AN DAN EMANSIPASI MANUSIA: RELEVANSI TAFSIR EMANSIPATORIS DALAM DINAMIKA SOSIAL TRANSFORMATIF

Penulis

  • Muhammad Idham Fahrezi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author
  • Rizka Hidayatul Umami UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Author
  • Dian Kurnia Sari STAI Al Mannan Tulungagung Author

Kata Kunci:

Al-Qur’an, Tafsir Emansipatoris, Hermeneutika Kontekstual, Keadilan Sosial, Transformasi Sosial, Karāmah al-Insān

Abstrak

Penelitian ini mengkaji reaktualisasi tafsir emansipatoris sebagai pendekatan hermeneutik transformatif dalam menjawab problem sosial kontemporer. Di tengah disrupsi sosial, ketimpangan ekonomi, marginalisasi struktural, dan krisis kemanusiaan, al-Qur’an sering kali direduksi sebatas teks ritual yang dogmatis dan terpisah dari realitas praksis masyarakat. Artikel ini bertujuan merumuskan kembali landasan epistemologis dan metodologis tafsir emansipatoris serta mengidentifikasi relevansi praksisnya dalam dinamika sosial kontemporer. Menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan hermeneutika-kontekstual dan analisis isi (content analysis), penelitian ini mengeksplorasi sintesis pemikiran teologi pembebasan dan pendekatan hermeneutika ma'na-cum-maghza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir emansipatoris memiliki tiga dimensi utama: pertama, pembacaan kritis terhadap teks yang berorientasi pada pembongkaran penafsiran patriarkal dan hegemonik; kedua, pemaknaan kembali prinsip karāmah al-insān (martabat kemanusiaan) dan al-‘adl (keadilan) sebagai mandat teologis praksis; dan ketiga, transformasi peran tadabbur dari sekadar perenungan individual menjadi gerakan sosial transformatif. Dengan demikian, tafsir emansipatoris terbukti relevan sebagai paradigma interpretatif yang responsif, inklusif, dan solutif terhadap krisis kemanusiaan global masa kini.

Referensi

Engineer, A. A. (2020). The Qur’anic Concept of Social Justice and Liberation. Critical Muslim Press.

Esack, F. (2019). Qur’an, Liberation and Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity against Oppression. Oneworld Publications.

Esack, F. (2021). Hermeneutics of liberation in contemporary Islamic thought. Journal of Qur’anic Studies, 23(2), 45–68. https://doi.org/10.3366/jqs.2021.0462

Hanafi, H. (2017). Min al-’Aqīdah ilā al-Thawrah: Muḥāwalah li Re-A’dāti Binā’ ’Ulūm al-Dīn. Maktabah Madbouli.

Hanafi, H. (2018). Islam, liberation, and the challenges of modernity. Studia Islamika, 25(1), 112–138. https://doi.org/10.15408/sdi.v25i1.7421

Hidayat, M. N. (2022). Reinterpretasi prinsip karāmah al-insān dalam hermeneutika Al-Qur’an kontemporer. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 23(1), 89–110. https://doi.org/10.14421/shah.2022.2301.05

Nurmila, N. (2021). Gender equality and justice in Islamic family law reforms in Indonesia. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 59(2), 341–368. https://doi.org/10.14421/ajis.2021.592.341-368

Nuryatno, M. A. (2022). Eco-tafsīr and environmental liberation: A study on Qur’anic response to ecological crises. Suhuf: Jurnal Pengkajian Al-Qur’an dan Kebudayaan, 15(1), 55–78. https://doi.org/10.22548/shf.v15i1.698

Saeed, A. (2021). Contextualist interpretation of the Qur’an: Methodology and application in contemporary issues. Islam and Christian-Muslim Relations, 32(3), 277–296. https://doi.org/10.1080/09596410.2021.1963241

Shihab, M. Q. (2018). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Lentera Hati.

Syamsuddin, S. (2020). Hermeneutika Al-Qur’an dan Hadis: Teori dan Aplikasi Pendekatan Ma’na-cum-Maghza. Elsaq Press.

Wadud, A. (2019). Inside the Gender Jihad: Women’s Reform in Islam. Oneworld Publications.

Wadud, A. (2021). Qur’an, gender and social justice: A transformative reading. Journal of Feminist Studies in Religion, 37(1), 105–122. https://doi.org/10.2979/jfemstudreli.37.1.08

Wijaya, A. (2021). Nalar Kritis Hermeneutika Islam: Membongkar Teks, Menemukan Maghza. IRCiSoD.

Zulham, A. (2021). Metodologi penelitian studi Islam: Antara tekstualisme dan hermeneutika sosial. Jurnal Substantia, 23(2), 145–162. https://doi.org/10.22373/substantia.v23i2.9812

Diterbitkan

2026-06-17

Cara Mengutip

AL-QUR’AN DAN EMANSIPASI MANUSIA: RELEVANSI TAFSIR EMANSIPATORIS DALAM DINAMIKA SOSIAL TRANSFORMATIF. (2026). UMRAN : Journal of Islamic Studies and Social Humanities, 1(2). https://ejurnal.staialmannan.ac.id/index.php/umran/article/view/50

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.